Tuesday, November 10, 2009

Tentang Pahlawan

Hari ini tanggal 10 November. Itu berarti Hari Pahlawan dalam kalender resmi Indonesia. Namun yang perlu ditanyakan adalah apakah yang dimaksud dengan pahlawan itu? Ibu saya (Guru Bahasa Indonesia) bilang, kata pahlawan itu berasal dari bahasa melayu yang asalnya "Pahala-wan" artinya orang yang orientasinya mencari pahala Allah. Tentunya dengan niatan yang tulus dan ikhlas hanya karena Allah. Karena pahala tak bisa diperoleh kecuali dengan keikhlasan dalam beramal dan meniatkan tujuan amalnya hanya untuk Allah semata.
Lalu, apakah pahlawan itu sudah tiada, hanya di zaman penjajahan dan kemerdekaan dulu saja? Adakah pahlawan hari ini? Dengan mengetahui arti pahlawan di atas, tentunya setiap orang di masa sekarang berpotensi menjadi pahlawan, di berbagai bidang. Bekerja, beramal, membangun, memperbaiki, melanjutkan, menuju hal yang positif sesuai dengan frame Allah, serta berjuang dan berjihad di jalanNya, merekalah yang layak disebut pahlawan hari ini. Adakah pahlawan hari ini? Sebuah nasyid untuk menyemangati diri dengan jiwa kepahlawanan untuk membangkitkan negeri, silahkan klik disini.

Tuesday, October 27, 2009

Hikmah Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia mempunyai hari bersejarah. Ya, pada hari tersebut, 81 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia berkumpul untuk menyatukan tekad mempersatukan Indonesia. Bukan hanya sekedar mangan ora mangan sing penting kumpul. Ada sebuah harapan, sebuah visi besar tentang Indonesia yang kelak (hari ini) anak cucu bangsa Indonesia akan menikmati hasilnya.
Namun sungguh ironi bila kita melihat kenyataan hari ini. Negeri yang diperjuangkan dan dipertahankan bersusah payah hingga bercucuran darah oleh para pahlawan, dinikmati oleh sebagian anak bangsa yang jauh dari nuansa heroik layaknya pahlawan dulu. Mereka menikmati sebagaimana orang melihat makanan terhidang di meja kemudian tebersit di benak mereka, "Ada makanan nih. Ayo kita habiskan rame-rame." Akibatnya, semangat untuk membangun negeri ini seperti ditelan bumi. Berganti dengan semangat 'menghabiskan makanan' tanpa peduli generasi selanjutnya mau makan apa.
Sekedar untuk mengajak para pemuda, remaja, pelajar atau siapapun yang merasa dirinya berjiwa muda, mari kita jaga hasil jerih payah para pendahulu kita ini dengan lebih bervisi ke depan. Mempersiapkan harapan untuk generasi selanjutnya. Nasyid berikut ini semoga bisa membangkitkan semangat kita untuk membangun negeri ini. Bangkit Negeriku, Harapan itu Masih Ada!

Kumpulan soal CPNS

Bagi yang mau ndaftar formasi CPNS, ingin persiapan ujian CPNS? Berikut ini saya lampirkan contoh soal-soal untuk ujian tulis CPNS. Semoga bermanfaat.

1. Tes Bakat Skolastik
2. Falsafah Pancasila dan Tata Negara (2)
3. Bahasa Indonesia 1
4. Bahasa Indonesia 2
4. Bahasa Inggris
5. Ideologi Pancasila
6. Kebijakan Pemerintah
7. TOEFL
8. Pengetahuan Umum
9. UUD 45 dan Amandemen
10. Sejarah Nasional Indonesia

Monday, October 12, 2009

Menginstall Windows XP SP2 di Laptop eMachines D725

Ini pengalaman saya waktu diberi amanah oleh tetangga untuk menginstal ulangkan laptopnya yang baru dibeli 2 (dua) bulan yang lalu. Merknya eMachines tipe D725 (eMD725). Laptop ini mempunyai hard disk tipe SATA sehingga ketika hendak menginstal Windows XP, saya harus mengubah seting hard disknya ke tipe IDE di BIOS. Sebenarnya bisa juga diseting SATAnya di BIOS dengan mode AHCI. Namun saat hendak menginstal Windows XP, akan diminta untuk menambahkan driver tambahan sebelum Windows diinstal dengan cara menekan F6 untuk tambahan driver RAID (Additional RAID driver).
Sukses menginstal Windows XP, permasalahan muncul dengan tidak bisa diinstalnya driver sound. Walaupun sudah menggunakan driver bawaan laptopnya, ternyata masih ada yang kurang. Yaitu driver untuk High Definition Bus-nya. Setelah searching via Google, baru saya temukan softwarenya (alamatnya lupa....).
Setelah software tersebut diinstal, barulah Windows mendeteksi ada beberapa hardware yang belum punya driver. Nah, kekurangan driver tersebut langsung saya arahkan secara otomatis ke CD bawaan laptop pada saat install additional driver. Alhasil, windows bisa menemukan drivernya yang pas, Conexant audio driver. Setelah Finish, kemudian minta restart dan puji syukur Alhamdulillah... suaranya keluar.

Sunday, July 5, 2009

Silaturahim ke Blog Sendiri

Ternyata sudah lama saya tidak mengecek blog ini. Sejak posting terakhir tentang Merencanakan banjir (lagi), blog ini kurang terurus. Beberapa agenda di 'darat' memaksa saya untuk tidak berlama-lama 'berenang' dalam kolam blogger.
Ternyata sudah banyak perubahan yang terjadi baik dalam dashboard blogger maupun blog saya sendiri (layout, comments, dsb). Dari halaman depan blog, shoutbox saya dipenuhi komentar baik yang tenanan maupun cuma numpang promo, hehehehe. Jumlah pengunjung pun sudah bertambah banyak. Perasaan dulu cuma seribuan, tapi sekarang sudah 4000an, alhamdulillah. Oh iya, dilihat dari alexa rank-nya, sudah turun drastis sejak tulisan terakhir dibuat. Terakhir saya ingat sekitar 4jutaan, sekarang sudah 5.700.000an. Di counter blogtoplist mengalami penurunan juga.
Sebenarnya ingin sekali menuliskan coretan-coretan yang terlintas dalam hidup sebagai bagian dari hikmah bagi pribadi maupun pengunjung blog, namun karena keterbatasan saya (baca: ndak bisa nulis bagus) ya beginilah jadinya.
Di samping itu, mungkin netter juga sudah tahu, ada yang menarik di jagat maya ini. Ya sekarang sedang booming yang namanya Facebook. Bahasa gaulnya fesbuk atau bisa bilang FB gitu saja. Facebook adalah situs jejaring sosial seperti halnya Friendster. Namun, beberapa kelebihan ditanamkan di Facebook membuat dia lebih banyak diminati ketimbang 'saudaranya'. Mungkin ini juga yang membuat saya lebih asyik mengunjungi situs facebook daripada ngisi blog saya. Karena di facebook sebenarnya ada juga fasilitas untuk membuat catatan seperti blog.
Mungkin segitu dulu. Ada kritik dan saran, silahkan. (bingung sih mau nulis apa)

Monday, March 2, 2009

Merencanakan Banjir (lagi)

Mungkin judul di atas terlihat janggal untuk dibaca. Banjir adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh banyak orang termasuk saya. Dan tak seorang pun berharap rumahnya mau dikunjungi oleh banjir. Namun ada saja orang yang secara tidak sadar telah merencanakan banjir untuk masa mendatang. Hal ini saya temui ketika mengikuti kerja bakti PKS Peduli hari Ahad (1 Maret 2009) kemarin.
Saya dan beberapa personil ditugaskan untuk membantu masyarakat sekitar membersihkan lumpur dan sampah di rumah-rumah penduduk yang berjarak kurang lebih 50 meter saja dari bibir sungai. Saat saya dan seorang teman sedang membawa lumpur dan sampah di sebuah rumah, seorang bapak berujar, "Sampun, Mas. Paringke pinggir kalen mriku mawon. Mangkih rak keli dhewe." (Sudahlah, Mas. Taruh pinggir sungai situ saja. Nanti kan hanyut sendiri). Saya dan teman saya tersebut saling pandang dan tidak menghiraukan usulan si bapak tadi. Sampah dan lumpur tetap diangkut ke mobil!
Saya heran dengan pendapat bapak tadi. Bagaimana tidak? Salah satu faktor penjebab banjir yang melanda rumah penduduk adalah terhambatnya laju aliran air karena banyaknya sampah yang dibuang ke sungai. Sungai yang dulunya dalam dan dapat menampung banyak air, menjadi dangkal karena banyak sampah yang mengendap di dasarnya. Dan usulan bapak tadi sungguh membuat saya prihatin. Akankah sungai yang sudah dangkal karena sampah, masih ditambahi sampah lagi dari banjir kemarin? Secara tidak sadar, ia telah merencanakan banjir untuk tahun mendatang. Mungkin pendapat bapak tersebut benar untuk saat ini, dimana fokus garapnya adalah membersihkan jalan dan rumah dari genangan lumpur dan sampah. Tapi dengan membuang lumpur dan sampah di sungai... nanti dulu. Perlu dipikirkan lebih jauh dampaknya di masa mendatang.
Teman istri saya yang sudah lama menjadi guru TK yang kemarin kebanjiran pun merasa heran, "Selama saya ngajar disini, sudah sering hujan deras dan lama, tapi ya baru tahun ini banjir. Pasti ada apa-apa." Ya memang ada apa-apa. Boleh jadi banjir kemarin tersebut memang sudah 'direncanakan' sejak 10 tahun yang lalu oleh masyarakat di bantaran sungai tersebut. Hasilnya ya kemarin itu, banjir sampai dua kali.
Tapi saya tidak ingin memvonis begitu saja bahwa banjir disebabkan oleh masyarakat sekitar sungai. Masih banyak faktor lain yang bisa jadi penyebab banjir. Semoga pengalaman ini dapat menjadi ibroh bagi kita semua.